About Christmas And My Story

26 Dec 2014

Hualoo… Yang kemarin abis ngerayain Natal, selamat ya! Harusnya kemarin mau nulis postingan ini, tapi ya sudahlah sekarang baru sempet nulisnya.

Ngomongin soal Natal, sejak kecil hari raya yang satu ini termasuk salah satu hari raya yang paling aku tunggu-tunggu setelah lebaran. Kenapa eh kenapa? Karena eh karena… *treeet *tarikgitar *RhomaStyle huahahaha… You know why? Karena ibu adalah seorang mualaf, jadi mayoritas dari keluarga ibu beragama Kristen. Termasuk mbah kakung dan mbah puteri (semoga mereka tenang di alam sana).

Natal selalu menjadi hari raya kedua bagiku setelah lebaran, prosesnya pun hampir sama. Kita semua sodara-sodara ngumpul di rumah embah, rame buuanget. Bareng sepupu-sepupu, makan-makan, lalu berkunjung ke rumah sodara-sodara lain, makan-makan lagi. Nggak jarang juga dapet duit, hehehe. Wes pokoke seneng banget lah kalo lagi Natalan itu.

Oiya, selain ibu yang mualaf. Beberapa saudara ibu juga ada yang mualaf, jadi kalo lagi ngumpul bareng-bareng, agama seolah bukan menjadi batasan untuk tetap bersilaturahmi, saling mengucapkan selamat, ikut merayakan sekalipun Natal bukan hari raya kami yang muslim. Begitu juga kalau datang lebaran, giliran keluarga yang non-muslim mendatangi kami, bersilaturahmi, ikut merayakan dan mengucapkan selamat hari raya. Seolah lebaran juga menjadi hari raya kedua bagi mereka. Keren bukan!

Mungkin saat ini mbah kakung dan mbah puteri sudah nggak ada, mereka meninggal tahun 2012 lalu. Natal sekarang mungkin nggak se-rame dulu. Dimana rumah embah selalu jadi tempat berkumpul sodara-sodara, lagian saya dan sepupu-sepupu sekarang udah pada gede. Ada yang menikah dan punya anak, ada yang sibuk sama pacarnya masing-masing, ada yang masih jomblo juga ada. Intinya jaman sudah berubah, tapi jujur aku masih merindukan masa-masa itu.

Natal 2014

Hari ini seperti Natal-Natal sebelumnya, kami tetap melakukan ritual berkunjung ke saudara-saudara yang merayakan Natal. Ke saudara-saudara embah yang masih ada. Bersilaturahmi. Sekarang giliran anakku dan sepupu-sepupunya yang dapet duit, hahaha. Masih ngarep kayaknya.

Kemarin waktu ke Tandes, di rumah mbah Rik sempet ujan deres, banjir lagi. Secara Tandes memang tanahnya nggak datar, yang di bagian bawah selalu jadi luapan air dari atas, jadi begitu hujan deres sebentar air langsung naik tinggi, kemarin masih mending. Cuman selutut orang dewasa, biasanya bisa lebih. Tapi alhamdulillah sih, saudara-saudara yang tua-tua udah kelar dikunjungi, lagian udah malem juga. Saatnya buat balik ke rumah masing-masing.

Ps: buat Yanti, woy pulang! Betah amat di negara orang. :D

Buat kalian yang masih menjadikan agama sebagai alasan untuk memutus tali silaturahmi, terlebih sampai memutuskan hubungan keluarga, kelaut aja deh! Di laut sana tuh, bareng anjing laut! Siapa tahu jodoh.


TAGS natal


-

Author

Follow Me