Proyek Monumental 2014 : Toko Listrik

24 Nov 2013

Juli 2013 adalah awal saya menorehkan tinta digital di jagad per-blog-an. Siapa inspiratornya? Tak lain dan tidak bukan adalah “Raditya Dika” yang pada awal kemunculannya terkenal dengan sebutan Kambing Jantan yang adalah nama buku absurd pertamanya. Raditya Dika adalah pelopor penulis buku yang ber-genre non-fiksi dengan sudut pandang seorang komedian. Yah, sejak saat itulah mulai bermunculan Raditya-Raditya baru.

Saya adalah salah satu yang ter-cemari oleh virus itu. Awal saya nge-blog, saya menulis dengan gaya ke-Radit-Radit-an. Jika saat ini saya baca kembali tulisan-tulisan saya di awal nge-blog, ternyata saya dulu alay banget. Hahaha… ya sudahlah, namanya juga proses. Lalu apa obsesi saya ngeblog? Apalagi kalau bukan ingin menerbitkan buku. Ingin menjadi terkenal seperti Raditya Dika. Tapi itu dulu.

Menulis buku masih menjadi cita-cita saya, bukan satu atau dua. Sampai tua-pun kalau mampu saya masih ingin terus menulis. seperti halnya blogger idola saya, Pakdhe Cholik. Namun menerbitkan buku bukanlah yang menjadi prioritas saya saat ini. Ada sebuah mega proyek yang saya cita-citakan dan semoga bisa terwujud di tahun 2014 mendatang. Apa itu? criiiing….

“Membuka Sebuah Toko Listrik”

Saat ini saya bekerja sebagai teknisi listrik di sebuah perusahaan di Sidoarjo. Orang tua saya punya toko yang berjualan alat-alat sepeda onthel dan perlengkapan listrik. Hal ini pernah diomongkan sama orang tua saya, karena sebelah toko masih bisa dirombak kembali, rencananya toko akan dipisah. Satu berjualan alat-alat sepeda dan toko satunya berjualan perlengkapan listrik. Saya sungguh tertarik dengan tawaran tersebut. Bosen juga lama-lama jadi pegawai. Untuk itu ada beberapa estimasi yang perlu dipersiapkan.

1. Biaya

Uang memang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang. Termasuk anggaran untuk mempersiapkan sebuah toko. Antara lain adalah biaya untuk perombakan bangunan. Untuk bangunan tidak akan membutuhkan banyak perombakan. Hanya mungkin penambahan rolling door dan pengecatan ulang.

Lalu untuk keperluan display dibutuhkan etalase dan beberapa rak. Sementara untuk menekan pengeluaran, etalase dicari yang bekas tapi masih bagus. Jika tidak ada, terpaksa harus beli baru. Kemudian tidak lupa neon box atau spanduk untuk penanda toko.

Untuk stock dagangan, karena rencananya toko yang sudah ada dipisah antara peralatan sepeda dan perlengkapan listrik. Maka stock dagangan sementara dipinjam dari toko lama, mungkin akan ada sedikit penambahan untuk lebih melengkapi. Sehingga mampu lebih menekan pengeluaran untuk kulakan.

2. Referensi dan Informasi

Untuk referensi tempat kulakan insa Allah sudah ada relasi, meneruskan dari toko yang lama. Beberapa tempat sudah menjadi langganan, pelayanan yang memuaskan dan harga yang miring. Bisa langsung datang ke toko, atau minta layanan antar juga bisa.

Lalu informasi tentang barang yang akan dijual, yaitu perlengkapan alat-alat listrik kebetulan juga bukan hal yang baru buat saya. Selain dulu sekolah di kejuruan teknik listrik, kerjaan sekarang juga masih berhubungan dengan kelistrikan. Jadi soal referensi dan informasi sudah teratasi.

3. Pelaksanaan

Insa Allah jika tidak ada halangan, antara awal tahun sampai pertengahan tahun 2014 mega proyek ini bisa dilaksanakan. Semoga dana yang dianggarkan juga sudah tersedia. Jadi di akhir tahun 2014 toko yang saya cita-citakan sudah berjalan dan diberikan rejeki yang lancar dan barokah. Amin!

Sebagai dukungan dalam mega proyek ini, saya tidak lupa meminta doa restu kepada orang tua dan mertua. Lalu, meminta dukungan dari istri sebagai asisten pribadi dalam hidup saya. Agar apa yang dicita-citakan dapat berjalan dengan lancar.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan : Proyek Monumental Tahun 2014


TAGS proyek monumental tahun 2014


-

Author

Follow Me