CERITA ABG : Pemberontak Yang Positif

4 Nov 2013

Jika bicara tentang cerita masa ABG, pasti akan ada banyak sekali rasa. Bagaimana pertama kalinya merasa jatuh cinta pada lawan jenis. Merasa grogi bila bertemu gebetan, indahnya masa pedekate. Sedihnya putus cinta, juga seseknya masa-masa move on. Lalu di sisi lain ada juga yang namanya pencarian jati diri. Merasa tertantang untuk mencoba hal-hal baru. Baik atau buruk masih tidak begitu penting, jalan cerita ABG masih begitu panjang. Seolah mereka akan hidup untuk selamanya.

Orang tua memiliki peranan yang sangat penting disini. Melihat anak mereka tumbuh menjadi ABG adalah salah satu bentuk warning agar para orang tua lebih memperhatikan anak ABGnya, namun jangan sampai si anak merasa terkekang. ABG adalah masa-masa dimana mereka mulai mempunyai jiwa pemberontak. Jika terlalu keras mendidik mereka, bukan kebaikan yang akan didapat. Justru akan ada perlawanan yang hebat dari mereka. Karena di masa ABG inilah seseorang dengan jiwa pemberontak lahir. Semangat pemberontak para ABG sebenarnya ngga selamanya berdampak buruk. Bahkan sebenarnya jiwa pemberontak mereka bisa dimanfaatkan untuk ke hal-hal yang positif. Apa saja hal-hal positif yang bisa didapat dari jiwa pemberontak para ABG? Simak di bawah ini!

1. Mendobrak Sistematis Yang Kurang Pas

Pernah dengar sistem pendidikan kita terkesan kaku dan kurang efektif dalam membentuk karakter anak-anak. Hal itu yang disebutkan oleh Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu. Bahwa anak hanya diajarkan untuk menghapal dan terkesan dididik untuk menjadi seorang guru. Iya, buat apa seorang anak dipaksa menguasai semua mata pelajaran, sementara setiap anak memiliki bakat, kemampuan dan kemauan yang berbeda-beda. Disinilah jika seorang anak memiliki jiwa pemberontak yang baik, mereka akan menemukan jalan yang mereka inginkan. Bukan berarti si anak harus membantah ataupun melawan guru mereka. Tetapi jika bisa membaca kemampuan dan kemauan, akan lebih mudah mengarahkan akan dibawa kemana masa depan mereka. Jiwa pemberontak cenderung serius dan tekun serta pantang menyerah dengan apa yang menjadi keinginan mereka.

2. Melawan Hal Negatif

Jika seorang anak sejak kecil dididik dengan baik, keluarga mengajarkan dan mencontohkan hal-hal yang positif. Maka bukan tidak mungkin akan beda ceritanya saat si anak telah menjadi ABG. Dimana teman-temannya yang lain suka melakukan hal-hal yang negatif, suka merokok, minum minuman keras, bahkan sampai menjurus kepada sex bebas. Seorang anak dengan jiwa pemberontak akan dengan mudah menolak dan tidak gampang terpengaruh mengingat akibat dari perbuatan-perbuatan tersebut. Sekalipun banyak ejekan ataupun tekanan dari teman-temannya, tidak akan membuat gentar si ABG.

3. Pekerjaan Impian

ABG dengan jiwa pemberontak biasanya memiliki kemauan yang kuat. Mereka akan lebih bisa fokus kepada apa yang menjadi minat mereka. Kemauan kuat, fokus dan memberontak apa yang dianggap menjadi penghalang buat mereka adalah modal utama dalam suatu pembelajaran. Seseorang ABG yang mempunyai minat di bidang musik, akan lebih keras belajar dan berusaha untuk menjadi seorang musisi yang hebat. ABG blogger mempunyai kemauan keras untuk menerbitkan sebuah buku, maka dia akan berusaha keras, bahkan mungkin memberontak kepada dirinya sendiri. Saat dirinya merasa malas dan enggan untuk menulis, jiwa pemberontak ABG bisa menjadi sebuah cambuk. Mampu memotivasi diri sendiri dan selalu optimis. Selalu mampu untuk melawan mental block yang merupakan akar dari segala kegagalan.

Itulah beberapa contoh dari Cerita Masa ABG. Semoga image ABG yang saat ini buruk bisa segera kita ubah. Generasi penerus menjadi generasi yang positif dan lebih baik lagi!

“Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger”


TAGS cerita abg abg


-

Author

Follow Me